Senin, 15 Oktober 2007

Pendeta dan Jemaat Terluka - Ratusan Warga Serang Rumah Tempat Ibadah

Senin, 03 September 2007 - Tangerang – Sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat ibadah gereja HKBP di Perumahan Pondok Sukatani Permai, Blok B/8 No 8, RT 04/ RW 01, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Tangerang, luluh lantak dirusak ratusan warga, Minggu (2/9) siang.

Akibat kejadian itu, P Panjaitan (36) jemaat kebaktian dan Praesses JAU Dolokseribu, pendeta yang memimpin kebaktian menderita luka ringan akibat terkena lemparan batu. Sedangkan rumah yang dijadikan gereja mengalami kerusakan cukup parah.

Keterangan yang berhasil dihimpun SH di Mapolres Tangerang menyebutkan, peristiwa berawal ketika di lokasi seperti biasa sedang berlangsung aktivitas kebaktian. Tepat pukul 12.00 WIB, tiba-tiba sekitar 300 warga sekitar mendatangi lokasi.

Mulanya warga hanya meminta agar aktivitas kebaktian dihentikan. Tapi karena permintaan itu tidak ditanggapi, akhirnya warga menjadi emosi dan langsung melempari rumah dengan kayu dan batu.

Serangan mendadak itu tak pelak membuat sekitar 200 jemaat yang ada di dalamnya panik. Aksi brutal warga baru berhenti setelah salah seorang jemaat dan pendeta yang memimpin kebaktian terluka di bagian kepala. Kini kasusnya dalam penanganan Polsek Rajeg.
Salah seorang anggota jemaat yang dihubungi SH, Senin pagi ini menyebutkan, tempat ibadah yang diserang dan dirusak massa itu merupakan bagian dari Gereja HKBP Rajeg Ressort Tangerang.

“Dalam kejadian tersebut Bapak Praesses JAU Dolokseribu luka di kepalanya karena dianiaya massa. Praesses itu adalah Pendeta Utama dalam gereja HKBP dan disapa dengan Bapak Praesses (Bapak Preses),” ungkapnya. Dia menambahkan, Praesses Dolokseribu telah mendapat perawatan dokter dan sudah pulang ke rumahnya.

Kapolres Tangerang AKBP Tony Hermanto hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi terkait peristiwa pengrusakan itu. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tangerang AKP Ade Ari mengaku belum mendapat laporan rinci terkait peristiwa itu.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Untuk lebih jelasnya, silakan konfirmasi langsung ke kapolsek, karena saya juga belum mendapat laporan rincinya,” ujar Ade Ari ketika dihubungi SH, Senin pagi.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) yang juga Sekjen Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP), Theophilus Bela yang dihubungi SH secara terpisah menyesali aksi perusakan tempat ibadah tersebut. ”Jika ada masalah sebaiknya diselesaikan secara hukum, bukan dengan main hakim sendiri. Ini negara hukum,” tegasnya.

Dia mengecam tindakan massa yang brutal tersebut seraya meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus yang menimpa jemaat HKBP Rajeg Ressort tersebut.
(parluhutan gultom/bachtiar/
norman meoko)

Copyright © Sinar Harapan 2003

sumber : www.sinarharapan.co.id

Tidak ada komentar: